Pages

Jumat, 22 Maret 2013

Ilmu Pengetahuan adalah Kekuatan


Salah satu bekal hidup yang harus selalu di upgrade adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti yang kita tahu dewasa ini ilmu pengetahuan begitu meningkat drastis. Ini artinya kita pun dituntut untuk terus mengupgrade diri kita supaya tidak kadaluwarsa. Namun kenyataan yang ada banyak di antara kita yang masih saja jalan ditempat, dan merasa nyaman dengan kondisinya.
Saya sering kali menjumpai beberapa orang yang kalau bicara tentang tujuan hidup begitu luar biasa. Tapi sayangnya hal itu tidak didukung dengan kemampuan atau senjata yang memadai. Saya melihat mereka punya niat, tapi tidak diimbangi upaya yang sepadan. Sehingga mereka pun tetap saja begitu, jalan di tempat tanpa melakukan sesuatu hal yang berarti dalam hidupnya.


Terus apa yang harus kita lakukan?
Ini salah pertanyaan yang ingin saya jawab dalam tulisan ini. Salah satu tindakan yang harus kita lakukan adalah teruslah untuk menuntut ilmu. Bukan hanya ilmu yang kita pelajari di sekolah, tapi juga ilmu lain yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna di dunia dan diakhirat kelak. Kenapa ilmu? Karena dengan ilmu semua akan menjadi mudah. Salah satu pesan Ali Bin Abu Thalib kepada Kumail Bin Ziyad yang saya kutip dari bukunya K.H Toto Tasmara  (2002) adalah sebagai berikut:
“Wahai kumail, ilmu lebih utama dari pada harta. Ilmu menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu. Harta akan berkurang bila kau nafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kau nafkahkan. Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta”.
Pesan tersebut mengisyaratkan bahwa ilmu itu sangat penting bagi kehidupan kita. Kyai, guru, dosen, pengusaha, mahasiswa, peneliti, aktor, penyanyi, programmer dan semua orang, semua membutuhkan ilmu. Dan dari ilmu itu  mereka telah membuat karya-karya besar yang menjadikan hidup menjadi lebih hidup. Tentunya dalam hal ini adalah ilmu-ilmu yang bermanfaat, bukan sebaliknya.
Di dunia ini banyak sekali ilmu, apakah kita harus menguasai semuanya? Menurut saya pribadi tidak harus, karena diri kita tidak mungkin bisa menyerap semua hal dalam diri kita. Tapi minimal ada beberapa ilmu yang wajib kita dalami.
Pertama ilmu agama, ini pondasi dari segala ilmu. Pondasi harus kuat supaya kokoh dan tidak mudah tumbang, jika harus ada gempa atau bencana yang lain.
Kedua, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang yang Anda minati, pilih beberapa yang Anda suka dan mampu Anda lakukan. Jangan semua ilmu Anda serap secara mendalam, karena tidak mungkin Anda ahli dalam semua bidang. Misalnya Anda guru maka yang perlu dipelajari adalah ilmu tentang keguruan dan beberapa ilmu pendukung. Ilmu pendukung ini bisa kemampuan public speaking, kreativitas, inovasi pembelajaran, dan teknologi  pendidikan dan lain-lain. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
            Ketiga, adalah ilmu komunikasi dan pergaulan. Ini penting untuk meningkatkan kesuksesan dalam segala hal. Tanpa ilmu komunikasi dan pergaulan yang baik, maka akan sulit bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih unggul.
            Keempat,  adalah ilmu tentang kesehatan. Sehat itu mahal, sehat itu penting dan sehat itu akan mempengaruhi stabilitas emosi, spirit dan kecerdasan intekstual Anda.
            Minimal empat hal itulah yang haru terus kita kembangkan dan kita gali. Dengan begitu Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang siap bertempur menghadi tantangan zaman yang  begitu keras. Satu motto kita “ilmu pengetahuan adalah kekuatan”. 
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sms Gratis

Game Hamster

ShoutMix