Pages

Jumat, 22 Maret 2013

Jenis-Jenis Media dan Karakteristiknya



a.  Klasifikasi Media Pembelajaran

      Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai yang paling sederhana dan murah hingga yang media yang canggih dan mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.
      Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku) dan papan tulis. Selain itu, banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar, model dan overhead projektor (OHP) dan obyek-obyek nyata. Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. Meskipun demikian, sebagai seorang guru alangkah baiknya anda mengenal beberapa jenis media pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita untuk mengadakan dan memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.


Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sebagai berikut :
No.
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
I
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
II
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
III
Audio – cetak
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV
Proyeksi visual diam
Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
V
Proyeksi audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
VI
Visual gerak
Film bisu
VII

Audio visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi
VIII
Obyek fisik
Benda nyata, model, spesimen
IX
Manusia dan lingkungan
Guru, pustakawan, laboran
X
Komputer
CAI (pembelajaran berbantuan komputer)
CBI (pembelajaran berbasis komputer)
      Sementara itu, dari sekian banyak jenis media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, Henich dkk (1996) membuat klasifikasi media yang lebih sederhana sbb :
  1. Media yang tidak diproyeksikan
  2. Media yang diproyeksikan
  3. Media audio
  4. Media video
  5. Media berbasis komputer dan
  6. Multi media kit 
     b.  Karakteristik Media

      Setiap jenis media, mempunyai karakteristik (kekhasan) tertentu, yang berbeda-beda satu sama lain. Masing-masing media tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak semua jenis media yang disebutkan di atas akan dibahas di sini. Untuk mempermudah pembahasan, kita akan menggunakan pengelompokan media seperti yang dikemukakan oleh Heinich. Namun karena pertimbangan praktis, maka jenis media yang akan dibahas di sini hanya dipilih beberapa media yang biasa digunakan dalam pembelajaran.
  1. Media yang tidak diproyeksikan
      Kelompok media ini sering disebut sebagai media pameran (displayed media). Jenis media yang tidak diproyeksikan antara lain : realia, model, dan grafis. Ketiga jenis media ini dapat dikategorikan sebagai media sederhana yang penyajiannya tidak memerlukan tenaga listrik. Walaupun demikian media ini sangat penting bagi siswa karena mampu menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih hidup dan lebih menarik.

      2.      Media Realita
      Media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realia tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Realia dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecualia dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Ciri media realia yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya.
      Media realia sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk mempelajari binatang langka, siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang.

      3.      Model
      Model diartikan sebagai benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model sebagai media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala tertentu untuk pengadaan realia. Model suatu benda dapat dibuat dengan ukuran yang lebih besar, lebih kecil atau sama dengan benda sesungguhnya. Model juga bisa dibuat dalam wujud yang lengkap seperti aslinya, bisa juga lebih disederhanakan hanya menampilkan bagian/ciri yang penting. Contoh model seperti: Candi Borobudur, pesawat terbang atau tugu monas yang dibuat dalam bentuk mini.

     4.      Media Grafis
      Grafis tergolong jenis media visual, yang menyalurkan pesan lewat symbol-simbol visual. Grafis juga berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dijelaskan melalui penjelasan verbal saja. Banyak konsep yang justru lebih mudah dijelaskan melalui gambar daripada menggunakan kata verbal. Ingat ungkapan “satu gambar berbicara seribu kata”.

      5.      Gambar/Foto
Gambar atau foto adalah media yang paling umum dipakai dalam pembelajaran. Gambar dan foto sifatnya universal, mudah dimengerti, dan tidak terikat oleh keterbatasan bahasa. Beberapa kelebihan media gambar/foto antara lain :
  • Sifatnya konkrit
  • Dapat mengatasi batasan ruang, waktu dan indera
      6.      Diagram/Skema
      Diagram/skema merupakan suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan symbol-simbol. Diagram menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Diagram menunjukkan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk untuk memahami komponen dan mekanisme kerja suatu peralatan tertentu.
Diagram yang baik haruslah :
  • Benar datanya, digambar rapi, diberi judul dan penjelasan seperlunya
  • Ukurannya cukup dan dapat dilihat oleh siswa dalam jumlah yang diinginkan
  • Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum (dari kiri ke kanan).

      7.      Bagan/Chart
      Fungsi bagan yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis yang lain seperti gambar, diagram, kartun atau lambang verbal. Agar menjadi yang baik, bagan hendaknya dibuat secara sederhana, lugas, tidak berbelit-belit dan up to date.

     8.      Grafik
      Grafik merupakan gambar sederhana yang menggunakan grafis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Grafik digunakan untuk menjelaskan perkembangan atau perbandingan suatu obyek yang saling berhubungan. Grafik biasanya disusun berdasarkan prinsip matematika dan menggunakan data komparatif. Ada beberapa bentuk grafik, antara lain; grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran dan grafik gambar.
      Beberapa kelebihan grafik dalam pembelajaran :
  • Memungkinkan kita mengadakan analisis, penafsiran dan perbandingan antara data-data yang disajikan, baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan maupun arah tertentu.
  • Bermanfaat untuk mempelajari hubungan kuantitatif antar beberapa data.
  • Penyajian pesannya cepat, jelas, menarik ringkas dan logis. Semakin rumit data yang akan disajikan, semakin efektif disajikan melalui grafik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sms Gratis

Game Hamster

ShoutMix